16.6.10

cuap cuap status facebook saya (2)

Di bawah ini adalah status-status facebook pilihan saya. Selamat menikmati dengan hati …

“Sebentar, Siti. Maaf, sebentar.”
“Ada apa, Mas?”
“Ada yang tertinggal.”
“Apa itu?”
“Jejak pesonamu di hatiku.”

Bila Siti menghilang, kepada Siti lain aku mengharap datang. Namun, jika Gusti hilang dari hati, kepada siapa aku mengharap pengganti?

“Siti, abahmu punya cangkul?”
“Cangkul, Mas?!”
“Iya, cangkul. Kalau punya, aku mau pinjam.”
“Tak tahu aku, Mas. Tapi, buat apa, malam-malam seperti ini minta cangkul?”
“O, tidak buat apa-apa. Aku cuma mau menggali. Sebab, sepertinya ada cinta terpendam dalam hatiku.”

Bagaimana bisa engkau merindu, sementara ia hadirmu. Bukanlah pengasih sejati sehingga ia menyeru kekasihnya, “Wahai aku!”

Sebab aku tak tahu, apakah Tuhan merindu hadirku atau tidak, maka, saat ini, aku memilih berpulang ke hadirat emakku saja, yang rindunya adalah pasti. Mudik.

Dan, adapun aku? Aku tak pernah rindu emakku. Sebab, dekat atau jauh kulitnya yang semakin lekang oleh waktu, jiwanya yang abadi telah bersemayam di sepojok ruang benderang hatiku.

Jika kemudian aku pulang, itu semata agar emakku senang. Dan, bila kemudian di dekat emak aku senang, itu karena aku senang melihatnya senang.

Jutaan orang, dengan berbagai kendaraan, kembali ke kampung. Di sana, tidak ada aku yang pegawai swasta, tidak ada kau yang pegawai negeri, tidak ada ia yang buruh. Semuanya satu warna: orang kampung. Seperti air yang mengalir dari berbagai mana, akan kembali kepada satu warna dan rasa: laut. Ah, seperti hidup, beragam diri akan kembali kepada yang satu: Tuhan. ]

Betapa Tuhan lebih banyak menjaga aib kita daripada menampakkan kebaikan kita, di mata orang-orang.

Jika kau pernah berkhianat di balik punggung kekasihmu, simpan saja itu sebagai rahasia hati. Sebab, saat kekasihmu tak tahu pengkhianatan itu, Tuhan sedang menjaga aibmu. Lalu, kau hanya perlu menyesal dan berjanji tak akan mengulangi.

Laku dan kata merasuk sukma, menjejak lara. Jika saat itu, mata tiada ruang untuk bertatap, kata tak mampu berucap, tangan tak kuasa berjabat, tebar saja maafmu ke langit untuk diterbangkan angin. Biar aku menjaringnya.

Marah yang dipelihara dapat memperkeruh jiwa, menjadi pupuk penyubur dendam. Obat semua itu adalah memaafkan.

Cium-tangan seorang wanita kepada kekasihnya adalah rasa hormat. Dan, cium-tangan seorang lelaki kepada kekasihnya adalah rasa sayang. Dengan menghormati, seorang wanita menyayangi. Dan, dengan menyayangi, seorang lelaki menghormati.

Bagaimana bisa kau mengharap segala rupa pahala kepada Tuhan untuk segenap amal kebajikan yang kaukerjakan, sementara, semua amal itu takkan pernah terjadi jika Ia tak menghendaki. Maka, sungguh, tak ada yang pantas terucap untuk kebajikanmu selain kalimat syukur.

Tidak sopan! Kangen ini datang tanpa pamit, tiba-tiba. Lalu, lihat saja, nanti, ia pulang tanpa izin, begitu saja. Jika saja berbentuk orang, sudah kutampar berkali-kali itu kangen.

Bila gambar gunung hasil bidikan kameramu kurang bagus, yang bisa kaulakukan hanya mengubah sudut bidikan untuk mendapatkan gambar yang bagus. Sebab, kau takkan pernah mampu mengubah posisi gunung itu, sama sekali. Begitulah, menikmati hidup hanya soal sudut pandang.

Tuhan tahu, kau lemah. Maka, Ia ringkas kewajiban salat lima puluh waktu menjadi lima waktu. Dan, Ia pun paham, dalam kelemahanmu, kau selalu berharap banyak. Maka, Ia jadikan lima kebaikan berpahala lima puluh kebaikan.

Benar-benar sulit memperbarui status hari ini. Sungguh, benar-benar sungguh sulit memperbarui status dari lajang menjadi duda.

Jika kauminta aku jelaskan alasan datangku, suatu saat, aku akan mudah katakan alasan pulangku. Jadi, biarkan saja rahmat rasa ini ada apa adanya. Kau hanya perlu biarkan aku menjaganya, untukmu.

Bersyukurlah! Sebab, ternyata, dari segi rasa, warna, dan rupa, UPIL tak lebih menjijikan ketimbang CONGEK. Bayangkan saja seandainya yang di hidung adalah CONGEK. [tak terlacak]

Kebahagiaan dan ketakbahagiaan terbangun bukan dari materi, melainkan persepsi atas materi. Hanya dengan membangun persepsi positif, kau akan bahagia dengan apa pun yang kaumiliki.

Wahai Langit, jika ingin menangis, turunkan air matamu baik-baik. Jika kau tak lagi mau jadi atap, di bawah atap mana lagi kami berlindung. Wahai Bumi, jika ingin marah, lakukanlah sekadar saja. Jika kau tak mau lagi kami jadikan tempat berpijak, di mana lagi kaki ini akan berdiri. Sedang-sedang saja, wahai langit dan bumi, kalian berpolah, agar pagelaran kalian menjadi nikmat buat kami.

Bencana ini pulang lalu datang, pergi kemudian kembali, tak lelah. Oke, sudah Kaubiarkan alam bertingkah. Selanjutnya, dengan upaya dan doa, mudahkan kami berbenah.

Jika sabar tak membuatmu bahagia, tak sabar barangkali akan membuatmu celaka.

0 komentar:

 


cuap cuap sikurangtidur - Templates Novo Blogger 2008